Nasional

Temui Megawati, Adhyaksa Dault Dkk Minta UU Pramuka Direvisi

JAKARTA, KOMPAS.com – Delegasi Gerakan Pramuka menemui Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kediamannya, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2016). Banyak hal yg disampaikan oleh delegasi Pramuka dalam meeting tertutup selama sekitar beberapa jam.

Salah satunya adalah buat merevisi Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

“Kami sampaikan segala keluh kesah, termasuk bagi merevisi UU Pramuka,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault usai pertemuan.

Adhyaksa mengatakan, pihaknya ingin agar UU Pramuka kembali ke roh awalnya sesuai keputusan presiden Soekarno dulu. Salah sesuatu poin yg krusial bagi direvisi, lanjut dia, adalah terkait bantuan dana dari pemerintah.

UU yg ada ketika ini cuma mengatur bahwa pemerintah bisa menolong gerakan Pramuka. Dengan aturan itu, maka tak ada kewajiban pemerintah buat mengalokasikan anggarannya bagi menolong gerakan Pramuka. Akibatnya, banyak gerakan Pramuka di daerah yg kesulitan dana karena pemerintah daerah setempat tak mengeluarkan bantuan dana.

“Di daerah itu, Kwarda dan Kwarcab, akhirnya kalau pemdanya mau bantu ya bantu, kalau tak ya tidak, akhirnya tak ada kewajiban. Ini keluhan teman-teman daerah,” ucap Adhyaksa.

Menurut Adhyaksa, Megawati sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mulai mengerahkan anggota fraksinya di Dewan Perwakilan Rakyat buat menginisiasi revisi UU Pramuka.

Sementara itu, Megawati usai rapat tak berkomentar banyak. Ia cuma menceritakan bahwa meeting ini bermula ketika ia mendapat penghargaan Satya Lencana Tunas Kencana dari gerakan Pramuka.

Saat pemberian penghargaan itu, ada permintaan agar gerakan Pramuka dari 34 provinsi dapat berbincang lebih jauh dengan Megawati.

“Saya tentu saja membuka diri berdikusi mengenai bangsa,” kata Megawati.

Sumber: http://nasional.kompas.com