Nasional

Tujuh WNI Kasus Pemalsuan Paspor Haji Di Filipina Telah Dipulangkan Ke Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, tujuh dari sembilan calon jemaah haji yang berasal Indonesia yg ditahan di Filipina sudah datang di Jakarta pada Jumat (30/9/2016) malam.

“Kami sampaikan keterangan terkait sembilan WNI sisa dari perkara 177 calon haji Indonesia di Filipina bahwa tujuh dari sembilan WNI sudah datang di jakarta pada jumat tengah malam menjelang Sabtu dini hari,” ujar Retno ketika memberikan informasi pers di kantor Panglima TNI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016).

Ketujuh WNI tersebut sudah menjalani pemeriksaan di Filipina terkait masalah 177 WNI yg mulai naik haji memakai paspor Filipina. 

Mereka bermaksud memanfaatkan kuota haji di negara Filipina karena keterbatasan kuota di Indonesia. Namun, mereka dicegah oleh pihak imigrasi Filipina sebelum naik ke pesawat pada Jumat (19/8/2016) menuju Madinah, Arab Saudi.

Sementara itu, beberapa orang lainnya mulai dipulangkan ke Indonesia pada Senin (3/10/2016) pagi.

“Dua orang lainnya mulai datang di Tanah air pada hari Senin pagi,” kata Retno.

(Baca: Sebanyak 45 Jemaah Haji Ilegal Indonesia Masih Tertahan di Filipina)

Sebelumnya, menurut informasi Kepala Imigrasi Filipina Jaime Morente, paspor yg diperoleh secara ilegal itu disediakan oleh para pendamping. Para jemaah yang berasal Indonesia itu membayar akan 6.000–10.000 dollar AS per orang memakai kuota haji yg diberikan Arab Saudi kepada Filipina.

Morente mengatakan, identitas jemaah Indonesia itu terungkap setelah didapati mereka tak berbahasa Filipina. Mereka kemudian mengaku sebagai warga negara Indonesia yg masuk ke Filipina secara terpisah sebagai turis.

Kompas TV Abu Sayyaf Bebaskan 3 Sandera Indonesia

Sumber: http://nasional.kompas.com