Nasional

Uang Suap Rp 500 Juta Untuk Putu Atau Demokrat?

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, Suprapto, dan pengusaha Yogan Askan, akan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Keduanya didakwa menyuap anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Putu Sudiartana sebesar Rp 500 juta.

Sejak awal persidangan, muncul keterangan bahwa uang suap Rp 500 juta tersebut bukan bagi Putu, melainkan sumbangan buat Partai Demokrat.

Salah satunya dikatakan oleh Suprapto ketika membacakan nota keberatan atas surat dakwaan Jaksa penuntut KPK.

Kepala Bidang Pelaksana Jalan pada Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, Indra Jaya, juga menyampaikan hal serupa ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/10/2016).

“Saya melihat Putu sebagai orang Demokrat. Sepengetahuan saya, uang itu sumbangan bagi Partai Demokrat,” kata Indra Jaya.

(baca: Duit Suap Rp 500 Juta yg Diterima Putu Sudiartana Disebut Hadiah Lebaran buat Demokrat)

Indra Jaya, mengakui bahwa sejumlah pengusaha berpatungan bagi menyerahkan uang Rp 500 juta kepada Putu.

Para pengusaha yg dimaksud, yakni Yogan Askan, Suryadi Halim alias Tando, Hamnasri Hamid, dan Johandri.

Kesepakatan pengumpulan uang itu dikerjakan di ruang meeting Kantor Dinas Prasarana Jalan Sumbar, pada 20 Juni 2016.

Menurut Indra, pengumpulan uang dikerjakan karena Suhemi yg yaitu orang kepercayaan Putu, menyampaikan bahwa Putu merasa pejabat di Sumatera Barat tak komitmen soal uang.

(baca: Demokrat Bantah Terima Sumbangan Rp 500 Juta dari Putu Sudiartana)

Indra mengatakan, pengumpulan uang itu dilatarbelakangi beberapa hal. Pertama, uang mulai digunakan bagi pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Provinsi Sumbar yg diupayakan Putu.

Kedua, buat kepentingan Yogan Askan yg ingin menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sumbar.

Suprapto yg duduk di kursi terdakwa juga mempertegas bahwa uang tersebut dimiinta oleh Suhemi (orang kepercayaan Putu), buat keperluan Partai Demokrat.

“Pak Putu katanya membutuhkan uang bagi pangeran kedua, merupakan Ibas. Katanya Pak Putu butuh uang Rp 3 miliar,” kata Suprapto di Pengadilan Tipikor.

(baca: Putu Sudiartana Ancam Tak Loloskan DAK Sumbar seandainya Tak Dapat Imbalan)

Tidak ada pembicaraan soal Demokrat. Suhemi yg juga dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa penuntut KPK membantah seluruh keterangan yg menyebut bahwa uang Rp 500 juta bagi Partai Demokrat.

Sumber: http://nasional.kompas.com