Nasional

Wakil Ketua KPK Yakin Banyak Pihak Nikmati Hasil Korupsi Proyek E-KTP

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief meyakini banyak pihak yg menikmati hasil dugaan korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau disebut KTP elektronik.

Perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), negara mengalami kerugian Rp 2,3 triliun.

“(Kerugian) Rp 2,3 triliun apakah cuma pergi ke beberapa orang (tersangka) itu? Saya dapat jawab tidak,” kata Laode di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Laode belum dapat menjelaskan siapa pihak yang lain yg menikmati hasil kerugian tersebut. Ia beralasan masih dikerjakan penyelidikan.

Hingga kini, KPK sudah memutuskan beberapa tersangka yg berasal dari Kementerian Dalam Negeri.

Dua orang itu adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman.

Laode menuturkan, KPK mulai berusaha mengembalikan kerugian negara yg kini tengah ditelusuri. Namun, ia menegaskan hampir mustahil buat mengembalikan seluruh kerugian negara itu.

“Ada upaya dari KPK (kembalikan kerugian negara). Apakah dapat cover semua? Hampir mustahil. Ibarat barang, susutnya telah banyak,” ucap Laode.

Laode menyebutkan, pihaknya mulai memeriksa seluruh pihak terkait yg dianggap mengetahui proses awal hingga akhir proyek tersebut.

Kompas TV Gamawan Fauzi: Agus Rahardjo Pernah Beri Saran Proyek E-KTP

Sumber: http://nasional.kompas.com