Nasional

Wiranto: Jangan Sampai Tangan Aparat Diikat Saat Melawan Terorisme

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta Dewan Perwakilan Rakyat mempercepat pembahasan revisi Undang-Undang No. 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Menurut Wiranto, maraknya aksi teror bom seperti yg terjadi di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, seharusnya dapat menjadi pelajaran bahwa aparat harus memiliki kewenangan pencegahan dan penindakan yg lebih kuat.

“Saya terus menyampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat ayo langsung dong (pembahasan revisi UU anti-terorisme). Bahkan aku menyampaikan bagi melawan terorisme ini jangan sampai aparat keamanan tangannya diikat,” ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016).

Wiranto menjelaskan, selama ini pemberantasan terorisme terkendala dengan aturan aparat dilarang menindak ketika terdapat indikasi teror.

Begitu juga dengan pencegahan terhadap ujaran kebencian yg dilontarkan kelompok tertentu buat memecah belah masyarakat.

Oleh sebab itu Wiranto berharap UU anti-terorisme mengatur kewenangan penindakan yg lebih luas agar aparat bisa bertindak tegas dalam memberantas terorisme.

“Misalnya ada indikasi orang mau melakukan terorisme dari ucapan maupun tindakannya. Aparat tak dapat menangkap. Harus menunggu lalu dia beraksi. Lah kalau telah ada korban bagaimana,” ucap Wiranto.

Selain itu Wiranto juga menegaskan, penindakan terhadap teroris itu harus dikerjakan secara total.

Semua pihak, kata Wiranto, harus belajar dari perkara teror bom yg terjadi belakangan. Dia pun menilai perlunya penerapan sanksi yg lebih keras kepada para pelaku terorisme.

“Tidak cuma di Indonesia, di negara yang lain juga telah keras sekali. Kalau di Filipina itu jangankan teroris, yg pengedar narkoba saja ditembak. Artinya mereka (teroris) memang harus kami basmi habis supaya tak menjadi kerak-kerak di masyarakat,” ungkapnya.

Kompas TV Wapres: Waspada, Terorisme Masih Ada di Sekitar Kita

Sumber: http://nasional.kompas.com